Minggu, 16 Desember 2012

METODE PENELITIAN SURVEY Sebagai Tugas individu Mata Kuliah Metode Penelitian pendidikan ekonomi



METODE PENELITIAN SURVEY
Sebagai Tugas individu Mata Kuliah Metode Penelitian pendidikan ekonomi
Dosen pengampu: Drs.M.Salam,M.si




 









Disusun Oleh:
sapi’I   RRA1A111007

Program studi pendidikan ekonomi
fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
UNIVERSITAS JAMBI
2012

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemampuan dan kekuatan dalammenyusun tugas ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada NabiMuhammad SAW yang telah memberi tauladan dan petunjuk dalam mengarungi bahterakehidupan di dunia dan di akherat kelak. Alhamdulillah , akhirnya penulis dapat menyelesaikanmakalah ini dengan lancar.Dengan kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada “ prof.dr.salam,M.pd”,selaku dosen pembimbing mata kuliah “ Metode Penelitian ” telah tercurahkan perhatiannyademi terselesaikan makalah ini , dan tak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis untuk dapat menyelesaikantugas ini.Akhirnya hanya kepada allah SWT jualah penulis berserah diri dengan senatiasamengharap ridho-Nya . Semoga penyusunan makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kitasemua. Amin.



jambi , 19 oktober  2012

Penyusun













BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Manusia diberi oleh Allah akal yang berguna unuk berfikir. Berfikir adalah upaya manusia untuk memperbaiki dirinya baik dihadapan Allah maupun manusia , sebab denga proses berfikir mnusia akan cederung terlihat bijaksana dalam menyelesaikanmasalahnya.Keinginan untuk menjadi cerdas dari yang adalah wajar. Karena itu manusiaselalu ‘mencoba-coba’ apakah hal itu sesuai dengan pemikirannya atau tidak. Kita semuafaham bahwa sesungguhnya ,makanan bagi akal kita adalah sepiring akal dan segelasnasihat. Dengan itu, manusia akan selalu merasa ditinya ‘kan selalu dalam kebaikan.Demi menunjang ketercapaiannya itu, maka adakalanya kita butuh apa yangdisebut dengan penelitian.
Penelitian memiliki maksud untuk menjadi lantaran bagi jalankita dalam membuat suatu rancangan dasar bagi pemahaman kita. Kita tidak akanmengerti ataupun memahami jikalau kita tidak berusaha untuk meneliti masalah atau halitu. Penelitian memiliki bermacam-macam jenis seperti yang akan kami jelaskan. Semogaini tidak membosankan dan dapat membuka wawasan kita tentang penelitian tersebut.
B.Rumusan Masalah
1.Sebutkan Jenis-jenis penelitian ?
2.Bagaimana konsep penelitian menurut tujuannya ?
3.Bagaimana konsep penelitian menurut pendekatannya ?
4.Bagaimana konsep penelitian menurut bidang keilmuannya ?







BAB II
pembahasan
Metode penelitian survey

v Pengertian Survei
Salah satu tehnik penelitian dengan mengumpulkan informasi pada individu (karakteristik/perilaku, sikap/pendapat) dari sekelompok responden yang representatif dalam suatu populasi

v Tujuan survei :
Untuk mengakses dan mendeskripsikan pikiran, pendapat, dan perasaan orang dan menghasilkan deskripsi.

v Tipe-Tipe Survei
Analisis:  proses yang dilakukan untuk menentukan suatu variable yang relevan dan untuk mengetahui bagaimana mereka memiliki hubungan secara hipotesis
Deskriptif: proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan melukiskan atau menggambarkan keadaan subyek dan obyek penelitian saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya.
Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.

v Metode-Metode Survei
Mail survey
·         Biasa digunakan untuk menyebarkan kuesioner yang disusun dan diisi sendiri oleh respondennya
·         Kelebihan :
-          Dapat menghindari bias pewawancara
-          Mail survey merupakan cara terbaik untuk topik yang sangat pribadi atau memalukan, karena tidak mempublikasikan aib sampel
·   Kelemahan :
-          Kuesioner survey tersebut harus benar-benar jelas atau self-explanatory, karena responden tidak akan mengajukan pertanyaan
-          Peneliti tidak dapat mengontrol urutan-urutan apa saja yang digunakan responden dalam menjawab pertanyaan
-          Bias respons ( adanya masalah dengan perwakilan kelompok dalam menyelesaikan survey. Contohnya orang yang buta huruf atau masalah penglihatan sehingga tidak bisa menyelesaikan survey )
-          Tingkat respons rendah
Personal interview
·   Kelebihan :
-          Lebih fleksibel
-          Dapat memperoleh klarifikasi bila ada pertanyaan yang kurang jelas dan pewawancara dapat menanggapi pertanyaan tersebut
-          Pewawancara dapat mengawasi urutan-urutan pertanyaannya dan dapat memastikan responden menjawab semua pertanyaan dengan urutan-urutan yang sama
·            Kelemahan :
-          Mahal dari segi uang dan waktu
-          Melibatkan interviewer bias ( terjadi bila pewawancara tidak mencatat semua jawaban responden )
Telephone interview
·               Kelebihan :
-  Teknik random digit dialing memungkinkan peneliti untuk menghubungi sampel yang secara umum representative
-  Lebih cepat diselesaikan bila lewat telepon
·               Kelemahan :
-    Kemungkinan bias pemilihan yang terjadi bila respondennya terbatas pada orang yang memiliki telepon saja
-    Para pengguna telepon seringkali sibuk saat menerima telepon
-    Orang-orang high class biasanya memiliki banyak nomor sehingga dapat terjadi over-representasi
-    Banyak orang yang enggan untuk di wawancarai lewat telepon
Internet interview
·            Kelebihan :
-          Partisipan mengisi kuesioner secara online dan hanya mengklik tanda ‘submit’ agar responsnya terekam
-          Ada peluang mendapatkan jutaan atau ribuan respons dari berbagai negara, usia, dan jenis kelamin
-          Tidak membutuhkan kertas, hemat sumber daya alam, dan biaya
-          Partisipan dapat merespon di saat santai mereka
·            Kelemahan :
-          Berpeluang untuk bias sampel dan bias seleksi ( bias respons terjadi akibat tidak adanya respons. Bias seleksi terjadi karena respondennya adalah convenience sample yang memiliki akses internet )
-          Kurangnya pengawasan atas lingkungan penelitian
v Design-Design Survei
Cross sectional design
-          Sampel dalam Cross-sectional design diambil pada satu waktu tertentu, sampel yang diambil bisa hanya satu atau lebih dari satu.
-          Cross-sectional design dapat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik-karakteristik sebuah populasi atau bisa juga digunakan untuk mendeskripsikan  perbedaan-perbedaan di antara dua populasi atau lebih, disatu titik waktu tertentu.
Successive independent samples design
-          Berbagai sampel responden dari suatu populasi menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan survei dengan waktu yang telah ditentukan.
-          Dengan design survei seperti ini tentu membuat peneliti dapat melihat dan mengkaji berbagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
-          Akan tetapi successive independent samples design tidak memungkinkan peneliti untuk menyimpulkan bagaimana perubahan-perubahan responden-responden individual tersebut terjadi  dari waktu ke waktu.
-          Satu lagi masalah dalam design survei seperti ini, bila sampel yang diambil tidak dapat dibandingkan, maka sampel tidak dapat merepresentasikan populasinya dengan baik. 
-          Dalam successive independent samples design, serangkaian desain survei cross-sectional dilakukan dari waktu ke waktu.
Maksudnya: Pertanyaan-pertanyaan survei yang sama diajukan kepada sampel tapi dalam waktu yang berbeda, dan sampel-sampenya harus diambil dalam satu populasi yang sama.
Longitudinal design
-          Dalam metode survei ini sampel yang sama disurvei dari waktu kewaktu untuk menelaah perubahan-perubahan pada sampel secara individual.
-          Akan tetapi karena data survei bersifat korelasional, maka sulit untuk mengidentidikasi penyebab perubahan tersebut dari waktu-kewaktu.
v Tipe-Tipe Alat Survei
Kuisioner
Suatu bentuk alat pengumpulan data yang sangat fleksibel dan relative mudah untuk digunakan.
Data yang diperoleh merupakan data factual
Dua bagian pokok :
1.Bagian Pengantar : (a) penjelasan tujuan kuisioner (b) surat rekomendasi dari pihak berwenang
2.Bagian Isi          : (a) identitas umum responden (b) pertanyaan pertanyaan utama
Jenis pertanyaan yang sering digunakan dalam kuisioner:
-          Yes-No Question: peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner yang disusunnya, akan tetapi pilahan jawaban yang diberikan hanya berupa iya atau tidak saja.
Contoh: Apakah anda menggunakan kendaraan roda empat? A) iya B) tidak
-          Forced Choice: pertanyaan yang diberikan oleh peneliti memaksa sampel penelitian untuk menjawab pertanyaan kuisioner, meski jawaban dari pertanyaan dalam kuisioner tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sampel tersebut, untuk itu jawaban yang ditulis adalah jawaban yang paling mendekati dengan kondisi sampel.
Contoh: Bagaimana sifat anda yang paling menonjol? A) Pemarah B) ceria C) mudah bergaul
-          Pilihan Ganda: Pertanyaan yang diberikan oleh peneliti telah disertai dengan pilihan jawaban dimana sampel dapat memilih jawaban sesuai dengan kondisi yang  sebenarnya.
Contoh: Jenis music apa yang anda sukai? A) Jazz B) Classic C) Pop D) Rock E) Keroncong
-          Open-Endeed Question: Jawaban dari pertanyaan dalam kuisioner tersebut bisa bervariasi pada setiap sampel, tapi perlu diingat bahwa jawaban sampel tetap memiliki batasan tertentu dalam member jawaban.
Contoh: Bagaimana opini anda tentang fasilitas gedung kuliah psikologi UGM?

Skala
Skala sikap model Likert:
-disusun untuk mengungkap sikap pro dan kontra, positif dan negative, setuju dan tidak setuju terhadap suatu objek sosial.
-berisi pernyataan sikap (attitude statements).
-peneliti tidak mengajukan pilihan pertanyaan, akan tetapi langsung memberikan pernyataan.
-          Contoh: Renovasi gedung kuliah meningkatkan motivasi belajar siswa.
STS
TS
N
S
ST

Tes
Untuk mengetahui kondisi psikologis seseorang kita dapat menggunakan alat ukur berupa tes-tes psikologi.
-Contoh:
Aptitude test, atau disebut juga tes bakat yang merupakan salah satu alat tes psikologi untuk mengetahui kemampuan apa yang paling menonjol pada setiap individu.
Personality test, atau disebut juga tes kepribadian yang digunakan untuk melihat jenis kepribadian dalam diri seseorang, seperti introvert atau ekstrovert.
Achievement tes,

v Macam-Macam Data
-          Nominal
Angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja, dan tidak menunjukkan tingkatan apapun.
Cirri                        : hanya sebagai atribut atau nama. Data tidak memiliki urutan
Contoh                 : jenis olahraga = (1) tenis (2) basket (3) renang, jenis suku = (1) jawa (2)sunda  (3) batak
Pemberian nomer pada setiap jenis contoh diatas tidak memiliki arti angka 1 (satu) lebih tinggi daripada angka 2 (dua) atau tidak berarti jenis olahraga tennis lebih baik daripada basket.
-          Ordinal
Angka yang diberikan memiliki urutan sehingga digunakan untuk mengurutkan objek dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi atau sebaliknya.
Ciri                          : angka diberikan untuk mengurutkan objek
Contoh                 : rangking I,II,III
Status                   : sangat cerdas – cerdas – kurang cerdas
-          Interval
Angka yang diberikan suatu objek digunakan untuk mengurutkan dan jarak antara pemberian nomer yang satu dengan nomer berikutnya.
Ciri                          : berjarak sama
Contoh                 : nilai IP
IP 4 = A, IP 3 = B, IP 2 = C, jarak antara nilai A terhadap B = jarak nilai antara B terhadap C
-          Rasio
Berbentuk angka yang merupakan nilai dari pengukuran fisik
Ciri                          : berjarak sama dan berlaku mutlak
Contoh                 : usia, tinggi badan, berat badan
                                 Tinggi 160 cm sama 2 x 80 cm
v Langkah-Langkah survei
Menentukan Masalah
Tujuan Penelitian
Hipotesis
Kerangka Teori
Metode Penelitian
                Sample design
                Collecting data
a.       Perumusan masalah
I.                    IDENTIFIKASI
Digunakan untuk penegasan batas-batas permasalahan, sehingga lingkup penelitian tidak keluar dari tujuannya
Sumber permasalahan bisa juga diambil dari berbagai hal:
       • Bisa melalui hasil pengamatan atau observasi dan wawancara
       • Bisa melalui pengalaman pribadi
       • Bisa melalui pernyataan pakar atau pemegang otoritas
       • Hasil seminar, konfrensi, dan diskusi
       • Laporan penelitian
2 langkah pokok identifikasi permasalahan :
(a)    penjabaran latar belakang permasalahan (b) perumusan permasalahan.
        Ciri – ciri rumusan permasalahan  :
·         Menanyakan tentang  hubungan antara minimal dua variable
·         Dinyatakan secara jelas dalam bentuk kalimat Tanya
·         Harus dapat dilakukan pengujian dengan metode empiris ( data yang digunakan untuk menjawabnya harus dapat diperoleh)
·         Rumusan permasalahan tidak diperbolehkan berisi pertanyaan mengenai moral atau etika.

II.     PEMILIHAN MASALAH
       Pertimbangan:
       • Arah masalah: Urgen, sesuatu yang baru, bermanfaat, aktual
       • Arah peneliti: Minat, sumber referensi, kemampuan dan sumber daya (tenaga, dana, waktu)
III. PERUMUSAN MASALAH
       • Dalam bentuk kalimat tanya
       • Rumusan padat dan jelas
       • Memberikan petunjuk kemungkinan pengambilan datanya
b.      Landasan Teori  dan  Hipotesis
Menemukan konsep yang relevan masalah penelitian
Menggali teori yang relevan
Menelaah hasil penelitian lampau yang relevan
Menyusun konsep dasar variabel penelitian
Menyusun kerangka berpikir tumpuan perumusan hipotesis
Menyusun hipotesis, memberi arah bagi pengumpulan data 
Hipotesis
  • Pengertian: Jawaban/dugaan sementara tentang suatu pertanyaan penelitian
  • Fungsi: memberikan batasan tentang macam data yang harus dikumpulkan
  • Perumusan hipotesis:
       e Dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan
       e Berisi pernyataan mengenai hubungan antara paling sedikit dua variabel
       e Harus dapat diuji
c.       Identifikasi dan pengukuran Variabel
Menentukan  Variabel penelitian
Variabel penelitian dapat berupa apasaja yang variasinya harus kita perhatikan agar kita pada akhir dapat mengambil kesimpulan atas peristiwa yang sedang terjadi.
d.      Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
-          Pemilihan sampel survei yang benar memungkinkan peneliti untuk menggeneralisasikan temuannya dari sampel tersebut ke populasinya.
-          Sampel yang representative adalah sampel-sampel yang dapat “mewakili” populasinya, sehingga hasil penelitian terhadap sampel tersebut dapat digeneralisasikan.
Taknik Sampling
Nonprobability sampling
Probability sampling: simple random sampling & stratified random sampling
e.      Metode/Teknik Pengumpulan Data
Memilih Instrumen penelitian
Contoh bentuk – bentuk instrument pengumpulan data : wawancara, angket atau kuisioner, tes, skala-skala psikologis.
Ketetapan penggunaan instrument dan keterpercayaan hasil ukurannya merupakan faktor pertimbangan yang penting dalam pemilihan.   
f.        Analisis Data dan kesimpulan penelitian
Pengolahan data     : cara mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga
                                         dapat dibaca dan ditafsirkan.
Meliputi                      : persiapan, tabulasi dan analisis.
Persiapan                   : mengecek kelengkapan informasi yang perlu.
Tabulasi                       : pembuatan tabel induk yang memuat susunan data
                                         penelitian berdasarkan klasifikasi yang sistematis sehingga
                                         mudah dianalisis lebih lanjut.
  1. Memberi skor terhadap aitem yang harus diskor pada hasil tes, skala, rating.
  2. Memberi kode terhadap aitem yang tidak diberi skor.
  3. Memberikan kode jika akan menggunakan komputer.
       Misal: variabel A:1; variabel B:2, dst.
Analisis                        : disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan
  1. Kualitatif
Proses mengatur urutan data, mengorganisasikan ke dalam pola, kategori dan suatu uraian dasar.
       Menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.
Proses:
                1) Membaca dengan teliti catatan lapangan & transkrip verbatim.
                2) Memberi kode pada beberapa judul pembicaraan
                3) Menyusun menurut tipologi
                4) Membaca kepustakaan yang relevan.
                5) Membuat pembahasan dan kesimpulan.
b) Kuantitatif
                1) Analisis data deskriptif
Bertujuan memberikan deskripsi tentang subjek berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti.
                    Penyajian hasil analisis berupa:
                    a) Frekuensi, presentase, grafik
                    b) Statistik kelompok (mean, varians)
                2) Analisis data inferensial
                    Bertujuan untuk mengambil kesimpulan dengan pengujian hipotesis.
                    a) Analisis korelasional Ô teknik yang digunakan:
                        1) Korelasional produk moment, jika variabel X & Y adalah kontinyu.
                        2) Korelasi Spearman, jika variabel X & Y adalah berbentuk skala ordinal.
                        3) Korelasi Biserial, jika variabel X & Y adalah variabel dikotomi.
                    b) Analisis perbedaan kelompok Ü teknik
                        1) T-test, jika hanya membandingkan 2 kelompok
                        2) Anava, jika membandingkan lebih dari 2 kelompok










BAB III
penutup

Kesimpulan
Jenis-jenis penelitian sangat beragam macamnya, disesuaikan dengan cara pandang dan dasar keilmuan yang dimiliki oleh para pakar dalam memberikan klasifikasi akan jenis penelitian yangdiungkapkan. Data yang berasal dari penelitian ini bermanfaat untuk: menaksir besarnya kebutuhan di bidang pelayanan kesehatandari populasi tersebut. Instrumen yang sering digunakan untuk memperoleh data dilakukan melalui:survei, wawancara, dan isian kuisioner.

•Jenis Penelitian Menurut Bidang Ilmu
i.Pendidikanii.Ekonomi



















DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S.Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.(. Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 32
Asim, Dr. M.Pd,Sistematika Penelitian Pengembangan. (Malang : Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Malang, 2001),1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar